Garbage in Garbage out : Begitulah anak anak kita

Parenting kidsSuatu pagi seperti biasanya, hiruk pikuk di rumah kami menjelang kita keluar rumah.. Anak anak tentunya pegi ke sekolah dan saya pergi ke kantor. Anak saya yang tercantik dari semua saudaranya agak ngambek dan tidak mood ke sekolah. Yah karena pagi itu dia di minta oleh gurunya , untuk memakai batik , sebagai hari ulang tahun kota Jogja dimana kami tinggal.

Si Cantik ngambek karena dia, kami minta , hanya mengenakan pakaian muslim saja, tidak memakai batik seperti di umumkan. Itu karena memang kami tidak memiliki batik untuk nya. Pemberitahuan itu di berikan mendadak sehari sebelumnya yang tentu saja kami tidak sempat membelikannya. Karena menit demi menit dia masih sulit untuk beranjak karena masalah pakaian itu, maka saya memfokuskan dan mendekat pada dirinya untuk berkata sesuatu hal dengan ‘agak memaksa’. ”Mbak, (kami memang memanggilnya mbak sebagai satu satunya anak perempuan)  “Kita ke sekolah berbekal otak di kepala kita , bukan karena pakaian kita, lebih penting otak kita daripada pakaian yang kita pakai”. Dia diam tanpa jawaban dan well setelah itu akhirnya dia mau juga berangkat.

Beberapa hari setelah nya , di moment yang sama di pagi hari.  Mereka , kedua anaku telah selesai bersiap untuk berangkat ke sekolah. Saya sendiri masih belum siap karena belum dapat  menemukan ID card saya untuk ke kantor. Bisa jadi saya tidak menyimpan di tempat biasanya atau benda ini di mainkan oleh adik adik kecil kami yang masih TK. Di kantor kami, aturan nya memang semua karyawan harus selalu menggunakan ID card. ID card ini juga sebagai akses masuk elektronik di pintu masuk. Bisa saja memang saya meminjam security untuk masuk dengan prosedur izin tertentu jika tdk  membawa iD card. Tapi ribet deh..

Saya masih mencari dan si cantik ini memanggil “Ayo dong Bi , nanti kita terlambat”. Saya menjawab “ Nanti dulu sebentar ya, Abi belum menemukan ID card Abi, gak bisa kekantor kalo tidak membawa nya”. Sejenak dia terdiam, lalu melanjutkan… “Bi, mana yang lebih penting  Otak kita atau ID card untuk pergi ke kantor”. Serasa tersengat listrik saya diam tidak bisa menjawab, penuh sejuta pikiran dan rasa di dalam batin. Ada senyuman juga pelajaran dari perkataan-nya dan diskusi  singkat kami pagi hari itu.

Saya masih terus memikirkan diskusi singkat tadi selama saya bersama mereka bersepeda motor menuju sekolahnya. Anak-anak kita adalah makhluk yang cerdas, mereka sudah dapat menangkap dan mensintesis  semua informasi yang masuk dalam fikirannya. Jiwa dan fikiran anak anak kita terbentuk dari semua informasi yang masuk dalam fikirannya, sesederhana apapun inputan itu. Info yang rumit pun sebagai sesuatu yang belum mereka mengerti, akan tersimpan. Dan tentunya garbage in garbage out , jika sampah yang kita masukan maka sampah juga yang akan keluar dari mereka.

Jangan biarkan info ke dalam pikiran mereka adalah sampah. Baik melalui perkataan kita, media yang ada ataupun lingkungan yang lebih besar seperti sekolah. Misalnya apa jadinya bila kita biarkan anak kita menghabiskan waktunya di TV, jika 2 jam saja dalam sehari mereka menonton TV nasional kita yang penuh kemudaharatan, konflik sinetron yang bertabur aurat  ataupun iklan. Maka berarti 730 jam dalam setahun hali tu menjadi inputan bagi fikiran mereka. Garbage in..?

Di sepeda motor itu dalam perjalanan menuju sekolah dan kantor, saya masih merenungkan kejadian itu. Dan dia , sebagaimana kebiasaanya, akan mengulang (murojaah) hafalan quran nya. Dia memang punya kebiasaan unik yg dia buat sendiri. Dia akan mengulang  hafalan juz 30 atau juz 29 yang sedang dia hafal selama menunggu sepeda motor kami sampai ke tujuan, kapan pun dan kemanapun itu. Ah nak engkau telah banyak memberi kami pelajaran.

Ya Allah kami bersyukur bisa tumbuh dan belajar dengan mereka anak anak kami. Ya Allah, kami memohon padaMu agar engkau menjadikan dia  seorang yang cerdas, ulama dan mujahidah pembela agamaMu.  Amin..!

Jogjakarta, Maret 2012

Latest Comments
  1. bernavirmuda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*